Info Terbaru
Sudah 17  Kecelakaan, PT KAI Minta Waspada pada Perlintasan Sebidang-

Sudah 17 Kecelakaan, PT KAI Minta Waspada pada Perlintasan Sebidang-

Kecelakaan yang terus terjadi pada perlintasan sebidang membuat PT KAI Daop 1 Jakarta menggelar sosialisasi di tiga titik pelintasan sebidang. Tiga tempat itu: JPL 17 Kemayoran, JPL 14 Bukit Duri, dan JPL 11 Jalan Industri.

Kegiatan itu dilakukan karena rendahnya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas pada perlintasan sebidang yang berakibat terjadinya kecelakaan. “PT KAI Daop 1 Jakarta mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menaati rambu-rambu yang ada, serta lebih waspada saat akan melintasi perlintasan sebidang kereta api,” ujar Executive Vice President PT KAI Daop 1 Jakarta Eko Purwanto melalui siaran pers pada Rabu, 14 Oktober 2020.

Pasang iklan di kereta commuterline: Cara Pasang iklan di Kereta Commuterline

Sejak Januari hingga September 2020, PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat telah terjadi 17 kecelakaan di perlintasan sebidang, dengan data korban meninggal sebanyak 4 orang, luka berat 6 orang, dan 10 orang lainnya luka ringan.
Bekerja sama dengan instansi keamanan setempat dan komunitas Pecinta Kereta Api (Railfans) Daop 1, PT KAI membagikan stiker dan masker, serta membentangkan spanduk dan poster diiringi aksi teatrikal bermuatan imbauan mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang kereta api.
Menurut Kepala Humas PT KAI Daop 1 Eva Chairunisa, sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124, pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

Pasang iklan bilboard di Jakarta: Cara pasang iklan bilboard di Jakarta dan kota lain

Sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu sudah mulai ditutup, atau ada isyarat lain, untuk mendahulukan kereta api yang melintas.
PT KAI juga menyatakan pejalan kaki juga wajib berhenti sejenak, menengok ke kiri dan kanan untuk memastikan tidak ada kereta yang melintas, serta dilarang melakukan kegiatan yang mengganggu konsentrasi seperti menggunakan ponsel atau memakai earphone saat akan melintasi perlintasan sebidang.

Eko Purwanto menjelaskan kecelakaan yang terjadi di perlintasan kereta api tidak hanya merugikan pengguna jalan, tetapi juga dapat merugikan banyak pihak, termasuk PT KAI dan para penumpang yang perjalanannya terhambat. “Perjalanan kereta api lebih diutamakan karena jika terjadi kecelakaan, dampak dan kerugian yang ditimbulkan dapat lebih besar,” katanya. (tempo)

Cara membuat novel yang gampang: Cara Membuat Novel yang Baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates