Info Terbaru
Berlakukan Larangan Menelepon di Kereta Commuterline

Berlakukan Larangan Menelepon di Kereta Commuterline

Oleh: Chandra Amperawati –

PANDEMI corona  melahirkan hikmah lain bagi pengguna kereta commuterline yang selama ini kerap jengkel terhadap mereka yang menelepon di kereta: PT KAI melarang siapa pun untuk berbicara lewat telepon seluler di dalam kereta. Ancamannya tak main-main, penumpang akan diturunkan di stasiun berikutnya.

Alasan pemberlakukan larangan ini sangat masuk akal. Berbicara lewat telepon –bahkan “berbicara saja”- sangat potensial mengeluarkan percikan ludah yang bisa saja mengandung covid-19. Karena itu PT KAI meminta penumpang di dalam kereta tidak berbicara dan bermasker. Ini protokol yang mesti dipatuhi.

Cara pasang iklan di kereta commuterline: Cara Pasang Iklan di Kereta Commuterline

Berbicara lewat telepon atau gadget sebenarnya tanpa adanya pandemi Corona, di dalam kereta, adalah tidak etis. Alasan utama, berbicara lewat telepon (menelepon atau menerima telepon) bisa mengganggu penumpang lain. Di Indonesia, khususnya di dalam kereta Commuterline, kita bisa melihat hal sebaliknya: orang dengan seenaknya menelepon, berbicara keras lewat telepon, bahkan sambil tertawa terbahak-bahak. Benar-benar tindakan yang tak mempedulikan orang lain.

Larangan menelepon di dalam kereta sudah diberlakukan di sejumlah negara. Di Jepang, misalnya  –negara yang kereta bekasnya kita beli dan kini kita pakai sehahari-hari itu— sejak berbelas tahun telah keluar larangan penumpang untuk menelepon di dalam kereta. Di dalam kereta, diminta “mode HP” diubah ke nada getar atau silent (diam). Ada sanksi untuk mereka yang ketahuan menelepon di dalam kereta. Tapi, itu nyaris tidak pernah terjadi, karena sanksi sosial lebih dulu muncul. Mereka yang menelepon akan dicibir, dipandang sebagai “makhluk aneh dan tak beradab.” Karena itu, tidak ada pemandangan di dalam kereta di Jepang orang tengah menelepon.

Ini cara menulis opini: Cara Menulis Opini yang Baik

Alasan pemberlakuan ini masuk akal. Di dalam kereta orang mesti menghargai privacy orang lain. Mungkin ada orangtua yang tidak tahan suara berisik, mungkin banyak orang yang ingin istirahat karena pulang kerja dan ingin tidur beberapa waktu di dalam kereta, dan sebagainya. Karena itu menelepon di dalam kereta bisa masuk ranah pelanggaran HAM. Intinya adalah: menghormati hak orang lain.

Kita belum mencapai itu. Kita sebaliknya, menganggap setiap ruang publik adalah ruang yang bisa dipakai seenak udel –semaunya sendiri.

Pandemi corona membuat kita menikmati suasana kereta yang mengharhai privacy. Dan alangkah baiknya jika PT KAI meneruskan larangan ini: penumpang dilarang menelpon di dalam kereta. Jika pun sangat urgen. Ia bisa turun sebentar di stasiun selanjutnya –atau berbicara dengan cara berbisik. []

Cara dan teknik menulis novel yang efektif: 5 Langkah Jitu Cara Membuat Novel yang Baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates