Info Terbaru
Ini Tata Aturan Naik Kereta Selama Corona dan PSBB dan Faktanya

Ini Tata Aturan Naik Kereta Selama Corona dan PSBB dan Faktanya

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero tetap berkomitmen menjaga penumpangnya dari virus Corona selama masa PSBB ini. Para penumpang itu baik yang naik Kereta Api jarak jauh maupun Kereta Api Rel Listrik (KRL) atau Commuterline Jabodetabek.

cara pasang iklan di kereta commuterline: Cara pasang iklan di kereta commuterline

Menurut  Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo, selama PSBB, PT KAI memberlakukan aturan khusus bagi calon penumpang. “PT KAI sudah menjalankan protokol COVID-19 sesuai dengan arahan Gugus Tugas, di mana di dalam stasiun sejak kedatangan itu kami sudah melakukan beberapa hal, seperti sosialisasi kepada penumpang, petugas penyemprot disinfektan, dan penumpang wajib memakai masker,” jelas Didiek dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (21/5). Untuk perjalanan jarak jauh, PT KAI hanya mengoperasikan Kereta Luar Biasa (KLB).

Cara menulis novel:cara membuat novel yang baik

KLB adalah kereta yang dikhususkan penumpang dengan keperluan perjalanan dinas, pengusaha dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru pulang ke Tanah Air dari luar negeri atau repatriasi.

Syarat yang pertama untuk naik kereta ini menunjukkan dokumen perjalanan meliputi surat keterangan sehat hasil rapid test/swab test resmi, surat tugas atau dinas resmi dari instansi terkait atau perusahaan dan kartu identitas seperti KTP, SIM, Pasport, KK. Penjualan tiket untuk KLB tidak secara online.

Untuk KRL atau Commuterline, pihak PT KAI memberlakukan aturan protokol yang wajib ditaati bagi para calon penumpang seperti harus lolos uji temperatur tubuh melalui alat pengukur suhu tubuh oleh petugas di pintu masuk stasiun.

“Yang bersangkutan masuk stasiun harus memakai masker dan kita cek temperaturnya pakai alat. Kalau yang bersangkutan suhunya tinggi 38 atau di atasnya, itu akan ada penanganan di ruang isolasi stasiun,”  ujar Didiek.

Kemudian calon penumpang KRL wajib memakai masker, menjaga jarak sesuai yang dianjurkan dengan tanda pada tiap gerbong, baik di kursi maupun berdiri. Adapun selama PSBB, jumlah penumpang tiap gerbong KRL juga dibatasi maksimal hanya 60 orang. Jika lebih petugas akan meminta naik kereta di belakang.

Selain itu, PT KAI juga memberikan pelayanan khusus sesuai protokol kesehatan untuk memastikan kenyamanan dan sterilisasi baik di dalam kereta maupun di tiap stasiun dengan memberikan fasilitas cuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan dan menyemprot cairan disinfektan pada tiap gerbong dan sarana prasarana yang lain secara berkala.

Selanjutnya pada tiap-tiap stasiun, PT KAI juga selalu menyiagakan petugas gabungan seperti dari Gugus Tugas Pusat dan Daerah, Dinas Kesehatan, TNI dan Polri dan dari PT KAI untuk memberikan pelayanan dan menciptakan rasa aman bagi para calon penumpang.

Kendati PT KAI memberlakukan aturan sesuai protokol kesehatan, namun pihaknya tetap menganjurkan agar masyarakat dapat mematuhi aturan PSBB dari pemerintah, sehingga penyebaran virus corona jenis baru dapat dicegah.

Tapi pengalaman Commuterline di lapangan tidak seperti yang dikatakan Didiek. Saat naik Stasiun Cilebut Bogor misalnya tidak ada pemeriksaan petugas untuk mengecek suhu tubuh. Juga tidak ada fasilitas untuk cuci tangan untuk mematikan kuman. Juga saat turun di Stasiun Cawang, tak terlihat ada hand sanitizer  untuk membersihkan tangan. Mudah-mudahan saja tidak ada karena habis. []

Cara menulis opini yang baik: Cara Menulis Opini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates