Info Terbaru
Kereta Bandara Belum Diminati

Kereta Bandara Belum Diminati

Enam bulan beroperasi, kereta Bandara yang dioperatori PT Railink masih jauh dari harapan. Beroperasi dengan tujuh rangkaian kereta dengan masing-masing membawa enam gerbong, setiap hari rata-rata penumpang yang naik kereta ini tak lebih dari 4. 700 penumpang setiap hari. Padahal targetnya 19 ribu penumpang –sesuai kapasitasnya. Penumpang ternyata memang masih lebih senang menggunakan kendaraan darat, mobil, ketimbang naik kereta bandara bertarif Rp 100 ribu dari stasiun Sudirman itu.

Tampaknya untuk mengejar penumpang itulah Railink kini memanjangkan relnya sampai Bekasi. Mulai kemarin, setiap hari ada empat keberangkatan dari Stasiun Bekasi, yakni pukul 10.05, 11.10, 13.13, dan 14.11. Kereta ini berhenti di Stasiun BNI City (antara Sudirman-Karet) dan Batu Ceper, Tangerang. Tarifnya, untuk sementara, Rp 70 ribu –dan kelak Rp 100 ribu setelah masa uji coba sampai akhir Juni ini selesai. Menurut juru bicara PT Railink, Diah Suryandari, pihaknya menargetkan setidaknya setiap keberangkatan kereta uji coba ini ada sekitar 100 penumpang yang naik. Bekasi-Bandara ditempuh, dalam uji coba kemarin, sekitar satu jam.

Perpanjangan kereta bandara ini, menurut sumber commuterline.com, sesungguhnya menimbulkan masalah dalam pengoperasi kereta commuter. “Karena mengganggu jalur Manggarai,” ujar seorang petugas.  Artinya setiap kereta bandara dari Bekasi melintas, maka berarti jadwal kereta menuju atau datang Tanahabang dan Kota akan mundur.  “Penumpang yang akan dikorbankan,” ujarnya. Itu karena kereta bandara itu memakai rel yang sama dengan rel commuterline.

Sumber itu juga menyatakan sebenarnya pihak commuterline keberatan pengoperasi kereta bandara Bekasi-Soekarno Hatta yang terburu-buru itu. “Harus dibenahi semua dulu, agar tidak merugikan pihak lain,” ujarnya. (sis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates