Info Terbaru
Pemkot Bogor, Akses Stasiun Bogor,  dan Tali Kolor

Pemkot Bogor, Akses Stasiun Bogor, dan Tali Kolor

Pemerintah Kota Bogor perlu rendah hati dan memiliki empati pada PT KAI dan warganya sendiri.  Dua hal ini perlu dikedepankan dalam hal persoalan pintu keluar Stasiun Bogor yang sudah berlarut-larut dan justru mengorbankan warga Bogor sendiri. Jika tidak, publik bisa mencap Wali Kota Bogor telah melakukan kesewenang-wenangan terhadap warganya  -mereka yang mungkin dulu memilih Bima Arya sebagai wali kota.

Ini menyangkut akses pintu keluarga penumpang kereta Commuterline yang turun di Stasiun Bogor. Para penumpang yang akan menuju Taman Topi untuk mendapat angkot, mesti naik tangga curam untuk kemudian turun lagi menyusuri jalan kaki lima pada sisi kiri. Ada pun yang menuju seberang, tetap menggukan jembatan penyeberangan.

PT KAI membuat pintu kecil untuk warga sehingga tak perlu naik tangga –tangga milik Pemkot Bogor. Namun Pemkot melarang adanya pintu itu dan meminta warga untuk naik tangga dengan alasan, konon, agar tangga tak sepi. Para pengguna jalan heran dan mengira itu kebijakan PT KAI, padahal PT KAI selama ini telah meminta Pemkot Bogor agar membolehkan akses pintu kecil yang mereka buat itu dibuka. Permintaan yang dilakukan berkali-kali.

Kita melihat betapa egois dan tak masuk akal argumentasi Pemkot Bogor. Tak ada pelanggaran hukum di sini, karena warga tak menyeberangi jalan. Pengguna kereta hanya memakai jalan lebih praktis, mudah yang itu pun sudah disediakan PT KAI. Siapa pun yang selama ini keluar dari Stasiun Bogor dan menuju Taman Topi untuk mencari angkutan umum pasti merasakan  betapa anehnya jalur yang dibuat oleh Pemkot Bogor  -yang bisa jadi mereka duga itu produk PT KAI.

Bima Arya, wali kota Bogor, harus turun tangan dan membereskan masalah ini  -jika ia memang memperhatikan warganya. Bayangkanlah seorang tua yang membawa beban, harus naik turun tangga padahal, ada jalan yang lebih praktis dan tak melelahkan. Dalam perumpamaan, yang dilakukan Pemkot Bogor itu ibarat, “memanjangkan tali kolor.”  Membuat sesuatu  yang mubazir dan menggelikan.

Baskoro

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates