Info Terbaru
Aji Bon: Kopi dan Kisah Sepeda Lipat di Kereta
Kiri-Kanan: Eko Punto, Ijar Karim. Ajo Bon

Aji Bon: Kopi dan Kisah Sepeda Lipat di Kereta

Bagi Aji Bon, kopi dan sepeda adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari dunianya. Bekerja sebagai desainer grafis Majalah dan Koran Tempo, pria bernama asli Aji Yuliarto ini sehari-hari memang tak bisa dilepaskan dari dua benda itu,  di mana dan kapan pun -sesuatu yang membuat teman-temannya berkesimpulan, sebenarnya pekerjaanya sesungguhnya ngopi dan main sepeda, bukan “tukang Layout.”

Bersama dua temannya, sesama penggila kopi, Ijar Karim dan Eko Punto,  beberapa tahun silam Aji membentuk komunitas #ngopidikantor yang kemudian diundang ke mana-mana, termasuk Kedutaan Besar Amerika. Ngopi di Kantor memperkenalkan kenikmatan aneka kopi Nusantara dan mengajarkan cara menikmati kopi yang benar sehingga rasa dan faedahya meresap hingga ke sumsum.

Ada pun soal sepeda, bersama teman-temanya atau kadang seorang diri, Aji rutin nggowes ke berbagai tempat yang rutenya, menurut dia, “asyik dan menantang.”

Sebagai penggowes sejati, Aji kerap membawa sepeda lipatnya –dia memiliki sejumlah sepeda-  masuk kereta commuterline yang memang memperbolehkan sepeda lipat masuk. Ini pun kadang ia lakukan sendiri kadang bersama teman-temannya.

Menurut Aji, kebijakan PT KAI membolehkan sepeda lipat masuk kereta tepat, karena para penggowes  sudah mengurangi polusi dengan tidak mengedarai kendaraan bermotor. Hanya, ia kerap sebal melihat petugas keamanan yang kadang bersikap tak ramah terhadap mereka yang masuk kereta dengan membawa sepeda lipatnya. “Ya, jangan sok galaklah, kan kami  juga tidak mengganggu penumpang lain,  apalagi berbuat jahat,” ujar Aji Bon. Hallo, Pak Dirut PT KAI, tolong para anak buah  diberi pencerahan….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates