Info Terbaru

Pemerintah Solo Minta Renovasi Stasiun Purwosari Libatkan Ahli Sejarah

Pemerintah Kota Surakarta meminta agar PT Kereta Api Indonesia menggandeng Balai Pelestarian Cagar Budaya dalam proses renovasi Stasiun Purwosari, Solo. Sebab, stasiun tersebut tergolong salah satu peninggalan budaya cukup penting di kota itu.

Saat ini, PT KAI tengah membongkar sebagian ubin di stasiun tersebut, tepatnya di bagian ruang tunggu penumpang Mereka mengganti ubin tua itu dengan lantai model keramik yang mengkilap.
Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan renovasi itu sepenuhnya menjadi hak dan kewenangan PT KAI sebagai pemiliknya. “Apalagi pemiliknya merupakan Badan Usaha Milik Negara,” katanya, Rabu 15 November 2017.Pekerja tengah memasang lantai keramik menggantikan ubin di Stasiun Purwosari Solo. Pemerintah Kota Surakarta meminta agar renovasi stasiun itu memperhatikan pelestarian cagar budaya.

Meski demikian, dia berharap agar renovasi itu melibatkan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Sebab, bangunan stasiun yang ada di Surakarta merupakan bangunan tua peninggalan kebudayaan zaman kolonial. “Pemkot Surakarta sendiri selalu melibatkan BPCB dalam renovasi bangunan tua,” katanya.

Saat ini Surakarta tengah melakukan perbaikan bangunan heritage berupa bunker kuno di kawasan balai kota serta rumah dinas wali kota. Keterlibatan BPCB dalam perbaikan itu meliputi pemberian rekomendasi serta pendampingan.

Wakil Kepala Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta PT KAI, Ida Hidayati mengakui perbaikan stasiun itu menuai banyak protes melalui sosial media. “Banyak yang protes sehingga kami langsung melakukan pengecekan dokumen perencanaan pembangunan ini,” katanya.

Menurutnya, penggantian lantai stasiun tidak bisa dihindari sebagai upaya memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi penumpang kereta api. “Tapi kami juga tidak akan melupakan sisi pelestarian cagar budayanya,” katanya. Dua hal itu menurutnya sudah dipertimbangkan saat merencanakan perbaikan stasiun.

“Jadi nanti sebagian ubin yang lama masih tetap akan dipertahankan,” katanya. Ubin itu akan dilapisi dengan kaca sehingga keasliannya masih bisa terlihat. Selain itu, pemasangan lapisan kaca itu dilakukan agar bisa selaras dengan lantai keramik yang telah terpasang.

Teknik yang sama menurutnya juga telah dilakukan di Stasiun Manggarai, Jakarta. “Di sana ubin kuno juga dilapis dengan kaca transparan,” katanya.

AHMAD RAFIQ (Solo).Tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates